Senin, 25 Februari 2013

Hearing mechanism

Bismillah,,

CATATAN KULIAH BLOK PANCA INDERA : SKENARIO 2 "GANGGUAN PENDENGARAN"

  • Sampai tingkat tertentu pinna adalah suatu pengumpul suara èsementara liang telinga karena bentuk dan dimensinya dapat memperbesar suara dalam rentang 2 sampai 4 kHz èperbesaran pada frekuensi ini adalah sampai 10 hingga 15 dB èMaka suara dalam rentang frekuensi ini adalah yang paling berbahaya jika ditinjau dari sudut trauma akustik
  • Suara bermula dari gelombang tekanan udara èyang akan menggetarkan membran tympani è Getaran ini akan disampaikan ke dalam telinga dalam è oleh tiga tulang pendengaran, stapes bergerak ke dalam dan keluar dari telinga dalam seperti piston èPergerakan pompa ini akan menimbulkan gelombang tekanan di dalam cairan telinga dalam atau koklea è koklea secara bergantian akan mengubah gelombang tekanan èmenjadi aktifitas elektrik di dalam nervus auditorius è menyampaikan informasi ke otak.
  • Proses transduksi di dalam koklea membutuhkan fungsi kerjasama dari berbagai jenis tipe sel yang berada di dalam duktus koklearis
  • Duktus ini berisi endolimfe ècairan ekstraselular yang kaya akan K dan rendah akan Na èRuangan endolimfatik memiliki potensial elektrik yang besar yaitu 100mV è Komposisi ion dan potensial elektrik dari ruangan endolimfatik dijaga oleh sekelompok sel yang dikenal sebagai stria vaskulari
  • Pada manusia èduktus koklearis berputar sepanjang 35 mm dari dasar koklea (dekat stapes) hingga ke apeks èUkuran, massa dan kekakuan dari banyak elemen selular, terutama pada organ corti, è berubah secara sistematis dari satu ujung spiral ke ujung yang lain èKeadaan ini menyebabkan pengaturan mekanik èsehingga gelombang tekanan yang diproduksi oleh suara berfrekuensi tinggi èmenyebabkan organ tersebut bergetar pada basisnya, èsedangkan suara frekuensi rendah menyebabkan getaran pada ujung puncak
  • Proses Transduksi
  • Proses transduksi, dibentuk oleh dua jenis sel sensori pada organ corti, èyaitu sel rambut dalam dan sel rambut luar.
  • Gelombang tekanan yang ditimbulkan suara pada cairan koklea èmembengkokkan rambut sensori yang disebut stereosilia, yang berada di atas sel rambut èPembengkokan ini akan merenggangkan dan memendekkan ujung penghubung yang menghubungkan stereosilia èKetika ujung penghubung meregang èakan menyebabkan terbukanya kanal ion pada membrane stereosilia dan ion K dapat masuk ke dalam sel rambut dari endolimfe
  • Masuknya ion K èmenyebabkam perubahan potensial elektrik dari sel rambut, èsehingga menyebabkan pelepasan neurotransmitter dari vesikel sinaps pada dasar sel rambut èSerabut saraf auditorius, yang kontak dengan sel rambut,è respon terhadap neurotransmitter dengan memproduksi potensial aksi è yang akan berjalan sepanjang serabut saraf untuk mencapai otak dalam sekian seperdetik. è Pola aktifitas elektrik  yang melalui 40.000 serabut saraf auditorius è diterjemahkan oleh otak è menimbulkan sensasi yang kita kenal dengan pendengaran
  • Sel rambut dalam dan sel rambut luar è memerankan peranan dasar yang berbeda pada fungsi telinga dalam
  • Sebagian besar serabut saraf auditorius è kontak hanya dengan sel rambut dalam èsebagai transduser sederhana, èyang merubah energy mekanik menjadi energi listrik
  • Sel  rambut dalam è sebagai penguat kecil yang dapat meningkatkan getaran mekanik dari organ corti è ini penting untuk sensitifitas normal dan selektifitas frekuensi dari telinga dalam.
  • 1st order dari 2 telinga => Neuron sensory di cabang Cochlear N. VIII ==>nuclei Cochlearis (di Medulla Oblongata) : pada sisi yang sama ==>susunan sinyal auditory dikirim kemudian ditangkap oleh axon dan dialirkan menuju ==>nuclei olivary superior (pada kedua sisi Pons) Lemniscus Lateralis ==>impuls tiba (perbedaan tipis tergantung letak sumber suara jauh atau dekat ==>di nuclei olivary dan nuclei cochle ==>dialirkan oleh axon ke Coliculus inferior (di Mid Brain) ==>Corpus Genikulatum (di Talamus) ==>susunan auditory sinyal sampai ke area auditory primer pada ==>gyrus superior temporal (di Cortex Cerebral ==>masuk ke area broadman 41 dan 42 sehingga terjadi ==>Pemahaman Suara

0 comments: